BPD AEKI Bengkulu Resmi Terbentuk

Melimpahnya produksi kopi di Provinsi Bengkulu membuat Badan Pengarus Daerah Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (BPD AEKI) menyatakan siap membawa kopi Bengkulu hingga ke Mancanegara (Go Internasional). Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut yaitu dengan berusaha menaikan mutu serta kualitas kopi Bengkulu di tingkat produsen dan petani.

Ketua BPD AEKI Bengkulu, Bebby Hussy mengatakan, Provinsi Bengkulu saat ini tengah gencar mengembangkan potensi kopi untuk kebutuhan ekspor. Agar hal tersebut segera terealisasi maka sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas ekspor, diperlukan kualitas dan mutu kopi yang mumpuni sehingga diakui dunia.

“Bengkulu memiliki luasan kebun kopi masyarakat mencapai 90 ribu hektare, itu sudah bisa modal kita untuk melakukan ekspor,” kata Bebby, Selasa (26/12).

Tetapi meskipun Bengkulu perkebunan kopi yang cukup luas, produksi kopi Bengkulu belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan perdagangan Kopi Bengkulu. Hal tersebut karena selama ini kopi Bengkulu selalu dikirim ke luar negeri oleh para eksportir di luar Bengkulu seperti Jakarta dan Lampung. “Kami akan memutus jalur distribusi yang salah tersebut sehingga bukan hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapatkan tetapi petani kopi juga sejahtera di Bengkulu,” ujar Bebby.

Dengan memutus jalur distribusi kopi yang selama ini selalu dijual kepada para tengkulak kopi yang berada di Lampung dan Jakarta maka dapat mendatangkan PAD bagi provinsi Bengkulu kedepannya. Tak hanya itu, dengan menggerekkan eksport langsung dari Bengkulu menuju ke negara tujuan ekspor akan lebih mensejahterakan para pelaku industri kopi dan petani kopi di Provinsi Bengkulu. “Kalau petani sejahtera maka Bengkulu juga akan lebih sejahtera,” ungkap Bebby.

Seperti diketahui, di Provinsi Bengkulu terdapat 62 produsen kopi, namun dari semua produsen tersebut belum ada satu produk kopi yang mampu menembus pasar ekspor. Karena kopi produsen kopi Bengkulu belum melampirkan legalitas pada kemasan.

“Produsen tidak merici informasi nilai gizi, tanggal kadarluwarsa dan keterangan legalitas pada kemasan, sehingga produk kopi mereka belum bisa menembus pasar ekspor,” imbuh Bebby.

Untuk itu, AEKI akan mendorong para produsen kopi Bengkulu untuk melampirkan label produk agar mutu kopi Bengkulu lebih baik lagi. Upaya yang akan dilakukan AEKI yaitu memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para produsen kopi tersebut.

“Walaupun kopi kita terkenal, kalau mutunya belum bagus maka akan minim peminat. Tetapi kalau mutu dan kualitasnya bagus maka orang akan memandang kopi Bengkulu luar biasa,” tukas Bebby.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA, yakin BPD AEKI Bengkulu dapat merangkul para petani kopi hingga semakin sejahtera. Harapan yang sama pun disampaikan. Pemerintah daerah sangat mensuport apa yang akan dilakukan oleh BPD AEKI Bengkulu. Sehingga tak hanya kuantitas kopi, namun juga dapat mengangkat kualitas dan mutu kopi Bengkulu ketingkat Nasional maupun Internasional.

“Selama ini kopi bengkulu dijual ke daerah lain, namun daerah lain yang dapat nama. Dengan adanya BPD AEKI Provinsi Bengkulu ini, diharapkan kopi bengkulu dapat dikelola dengan baik,” singkat Rohidin.

 

Sumber : http://bengkuluekspress.com/bawa-kopi-bengkulu-go-internasional/

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *