Yuk, Berhenti Merokok Biar Enggak Sakit & Miskin

Ketergantungan akan rokok, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Bengkulu. Bahkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, rokok menjadi salah satu penyebab utama kondisi kehidupan masyarakat di Bengkulu yang terjebak dalam kemiskinan. Dimana dalam rilis yang disampaikan Dyah Anugrah Kuswardani, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, rokok menjadi komoditi ke 2 setelah beras yang menjadi pengeluaran dalam keluarga.

Di kawasan perkotaan, pengeluaran rumah tangga tertinggi didorong oleh komoditas beras sebesar 16,46 persen dan di posisi kedua adalah rokok dengan menyumbang sekitar 13,5 persen. Sedangkan di kawasan perdesaan, penyumbang tertinggi juga beras dengan porsi 25,47 persen sedangkan rokok sebesar 12,25 persen.

Dyah Anugrah, Kepala BPS Provinsi Bengkulu

“Kalau beras bisa diupayakan pemerintah dengan berbagai program bantuan, seperti beras sejahtera, kalau rokok tidak bisa di bantu (subsidi). Jadi bisa di bilang, andil tertinggi berada pada rokok. Dan dengan proporsi rokok, baik di kota maupun desa, angkanya sama. Ini menunjukkan bahwa rokok ikut menjadi komponen utama di Provinsi Bengkulu yang menyebabkan masyarakat tetap berada di garis kemiskinan” kata Dyah.

 

Sampai September 2017, jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu sendiri sebanyak 302.620 orang atau sekitar 15,59 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini turun sekitar 1,44 % bila dibandingkan dengan 2016 lalu.

Sebagai bentuk mempersempit ruang bagi perokok, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengakui bakal menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok yang telah disahkan pada Agustus 2017 lalu.

PLT Gubernur, Rohidin Mersyah Suport Kegiatan Germas

Dijelaskan Rohidin, terdapat beberapa kawasan yang akan terbebas dari asap rokok, seperti lingkungan kantor pemerintahan dan pelayanan publik, tempat layanan kesehatan, tempat ibadah, angkutan umum, ruang publik, dan sekolah atau tempat pendidikan lain.

“Kita mulai saja dengan hal-hal kecil, seperti membiasakan diri untuk tidak merokok. Kemudian Perda KTR juga akan kita terapkan. Kalau untuk di sekolah kita tekankan betul untuk tidak merokok, ini terkadang gurunya melarang murid merokok, tapi di ruangan kantor dia malah merokok. Sama saja di kantor pemerintahan, kalau mau merokok cari tempat lain keluar lingkungan kantor” ujar Rohidin Mersyah.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *