Asbisindo Bengkulu Yakin Tahun 2018, Perbankan Syariah Akan Tumbuh Lebih Baik

Karim Consulting Indonesia (KCI) dalam paparan Proyeksi Perbankan Syariah 2018, menyebutkan bahwa tahun ini akan menjadi titik tolak bagi perbankan syariah untuk dapat tumbuh lebih baik. Hal ini setelah sejak 2015-2017 Perbankan Syariah mengalami masa sulit.

Presiden Direktur Karim Consilting Indonesia, Adiwarman Karim menjelaskan, pada tahun 2018 ini akan banyak dorongan dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) antara lain, inisiasi pembentukan Bank BUMN Syariah besar, integrasi zakat, pengembangan gaya hidup halal yang berdampak pada perbankan syariah, dan pengembangan peran wakaf melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) ‘Bank Wakaf’.

Lalu, bagaimana dengan Provinsi Bengkulu?

Iswahyudi, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Provinsi Bengkulu, mengatakan semangat tumbuh juga ada pada setiap perbankan syariah di Bengkulu. Bahkan target Asbisindo di 2018 ini, Bank Syariah Bengkulu bisa tumbuh diatas rata-rata Perbankan Syariah Nasional atau assetnya bisa meningkat 30 persen dari tahun 2017. Tak hanya itu, kualitas pembiayaan dapat semakin membaik dibawah 3 persen.

Iswahyudi, Ketua Asbisindo Provinsi Bengkulu

Salah satu langkah untuk menciptakan masa depan yang cerah itu adalah dengan cara mendorong Perbankan Syariah Bengkulu, untuk mendekatkan diri dan masuk ke sektor pemerintahan. Seperti penyaluran gaji PNS khususnya instansi vertikal, untuk melalui Perbankan Syariah atau sebagai Bank Operasional Dua (BO 2). Karena Semakin banyak Bank sebagai BO2, maka akan semakin memudahkan Satker/Kementerian dalam membayarkan gaji PNS.

“Kita berharap pemerintah semakin terbuka untuk menerima Perbankan Syariah dengan dibukanya keran oleh Menteri Keuangan, bahwa dalam suatu satker bisa Payroll Gaji ke 1 Bank Konvensional dan 2 Bank Syariah. Terutama IAIN & Kementrian Agama” Kata Iswahyudi.

Di Bengkulu sendiri saat ini terdapat 9 anggota Asbisindo, yakni 6 Bank Umum dan 3 BPRS. Merekapun semuanya siap untuk melayani masyarakat Bengkulu. Dengan modal 20% masyarakat Bengkulu yang sudah memiliki rekening Bank Syariah, diharapkan dapat semakin memacu semangat anggota Asbisindo Bengkulu, untuk meraih kejayaan di tahun 2018.

“Masyarakat yang sudah memiliki rekening Bank Syariah cukup signifikan, mungkin sudah 20 % lebih. Hanya saja nominalnya yg kecil-kecil. Sehingga memang harus didorong dari dana pemerintah agar total DPK menjadi lebih besar dan signifikan. Khususnya di Bengkulu ini, sumber Growth DPK terbesar masih di dorong dari APBD dan APBN” Sambung Iswahyudi.

Seluruh Anggota Asbisindo Bengkulu
News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *