Musibah di BEI Pusat, Tak Berdampak Pada BEI di Daerah

Musibah terjadi di Kantor Bursa Efek Indonesia, pada senin (15/01) sekitar pukul 12.20 Wib, tepatnya di Tower II Bursa Efek Indonesia, Kel. Senayan Kec. kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dimana Selasar Atap Tower II Bursa Efek Indonesia roboh dan puing-puing menimpa sejumlah orang yang berada di bawahnya.

Atap yang ambrug adalah Kantor Kcp BCA, Ruang Pers dan Ruang Perdagangan. Akibat kejadian ini, 73 orang mengalami luka-luka, dan dirawat di berbagai rumah sakit yang ada di Jakarta.

Dari Pers Release dr Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs. Setyo, diketahui bahwa penyebab robohnya Selasar Atap Tower II Bursa Efek Indonesia bukan karena bahan peledak atau bom, namun karena lantai gedung tidak kuat menahan beratnya beban dari para Mahasiswa yang hadir, yakni saat kunjungan Mahasiswa dari Universitas Gunadarma Palembang.

Kendati demikian, dijelaskan Bayu Saputra, Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, kejadian ini tidak menimbulkan adanya gangguan terhadap kinerja Bursa. BEI memutuskan tetap melanjutkan perdagangan sesi 2 bursa, sebagaimana mestinya. Meski begitu, akses gedung BEI di Jakarta harus ditutup sementara dan karyawan BEI sebagian dievakuasi keluar gedung. Hal inipun tapi tidak berdampak bagi kantor perwakilan BEI yang ada di daerah.

“Alhamdulilah, di BEI Bengkulu tidak ada gangguan sama sekali. Perdagangan bursa pun hari ini tidak terkena dampak dari kasus rubuhnya balkon lt.1 tsb, closing market tadi tetap ditutup menguat 0,19%. Namun kita turut prihatin, atas musibah yang terjadi” Jelas Bayu Saputra.

 

Dikutip dari Siaran Pers OJK, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direksi Bursa Efek Indonesia dan meminta agar segera dilakukan investigasi penyebab kejadian tersebut.

“Proses transaksi dan setelmen transaksi berjalan normal. Tidak ada gangguan listrik dan jaringan. Sistem JATS, E-CLEARS dan C-BEST berjalan normal,” Kata Anto.

Seluruh sistem informasi di BEI juga tetap berjalan normal, sehingga proses transaksi dan setelmen transaksi berjalan seperti biasa. Dengan kondisi tersebut, manajemen BEI tetap melanjutkan perdagangan sesi II sesuai dengan waktu normal. Kepala OJK Bengkulu, Yan Syafri pun mengaku turut prihatin, atas kejadian tersebut.

“Secara nasional hal ini ngak mengganggu perdagangan. Hanya saja, kita prihatin terhadap korban dari peristiwa ini” Kata Yan Syafri.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *