Hadir di STAIN Curup, BEI Optimis Investor Meningkat

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan Pasar Modal di seluruh Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui pendirian Galeri Investasi Syariah (GIS) BEI di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Acara peresmian ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan OJK Provinsi Bengkulu Yan Syafri, Peneliti Senior (BEI) Djoko Saptono, Direktur Utama Phintraco Sikuritas Jefri Hendrik, serta Ketua STAIN Curup Rahmat Hidayat, M.Pd.

GIS ini dapat berdiri atas kerjasama 3 pihak, yakni antara BEI, STAIN Curup dan Phintraco Sekuritas. Dimana tujuan didirikannya GIS adalah untuk mengenalkan Pasar Modal sejak dini dalam dunia akademis, serta menarik Investor sebanyak-banyaknya. GIS BEI STAIN curup ini merupakan GIS BEI yang ke 5 di Provinsi Bengkulu, dan yang ke 331 di seluruh Indonesia.

Selain itu, BEI pun mendorong masyarakat Rejang Lebong untuk memanfaatkan Pasar Modal sebagai sarana investasi jangka panjang. Potensi pertumbuhan jumlah investor pasar modal diprediksi akan cukup besar seiring dengan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Kabupaten Rejang Lebong ini.

“Pendirian GIS BEI STAIN Curup ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada mahasiswa, pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong” Kata Bayu Saputra Ramadhan, Kepala Kantor BEI Bengkulu.

Cegah Investasi Bodong

Selain itu, pendirian GIS ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal dimasyarakat, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini menyebabkan produk-produk investasi bodong masih kerap beredar dan memakan korban. Dengan hadirnya GIS ini kedepan akan dilakukan sosialisasi dan edukasi secara kontinyu sehingga dapat menekan peredaran investasi bodong kepada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat Bengkulu mudah tergiur dengan janji investasi. Kita ingin mengefektifkan agar masyarakat masuk kepada industri keuangan yang sehat, dan resmi. Sehingga tidak ada lagi korban dari Investasi bodong di Bengkulu” ujar Yan Syafri.

Kepala OJK Bengkulu Yan Syafri saat memberikan pengarahan

Sampai dengan akhir Desember 2017, jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 1.946 single investor identification (SID). Angka ini tumbuh 100% yoy jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun 2016 lalu.

 

42 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *