Pemprov Bengkulu Gandeng Witjaksono Group Tingkatkan Produksi Beras dan Jagung

Bengkulu– Guna meningkatkan Produksi beras dan jagung di Provinsi Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bakal bekerjasama dengan PT. Witjaksono Group.

Rencana ini dimulai dengan mengadakan pertemuan bersama PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama) dan Witjaksono Group terkait Tanam Jagung Nasional, Pengelolaan RPC, Pemanfaatan Hutan untuk Tanaman Pangan, yang dilaksanakan di ruang rapat Gedung Daerah Bengkulu, Senin (22/1/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Wakil Bupati Bengkulu Selatan, serta perwakilan Danrem 041/Gamas Bengkulu juga dari pihak Bulog Bengkulu.

Dalam pertemuan itu, Plt Gubernur memberikan izin untuk penggunaan aset provinsi berupa Race Processing Complex (RPC) atau Pabrik Penggilingan Gabah yang berada di Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan, agar dapat segera dialihkan kepihak yang ingin mengelolanya yaitu Witjaksono Group.

Dimana, saat ini RPC yang dibangun sejak tahun 2009 dengan dana APBD tersebut, telah habis masa kontraknya dengan pihak pengelola terdahulu yaitu PT.Tri Gading Sejahtera Bengkulu, selama 5 tahun ( 2012 – 2017).

“Kalau bisa hal tersebut dipinjampakaikan saja agar mudah dalam hal birokrasinya,” tutur Plt Gubernur Rohidin Mersyah, saat memimpin rapat tersebut.

Plt Gubernur Rohidin Mersyah saat memimpin rapat

Terkait program jagung Nasional, Plt Gubernur berharap agar komoditas jagung di setiap Kabupaten dapat dioptimalkan dengan ketersediaan lahan yang ada.

“Sehingga dapat meningkatkan produksi jagung dan jagung Bengkulu nantinya dapat menjadi produk unggulan,” kata Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan menyampaikan, tahun ini pihaknya ditargetkan oleh Kementerian Pertanian RI sebanyak 13 ribu hektar lebih, untuk lahan komoditas jagung.

“Kita ditargetkan oleh Kementerian Pertanian sebanyak 13.124 hektar lahan untuk komoditas jagung, dan diharapkan dapat seluas-luasnya lahan yang tersedia,” sebut Ricky.

Disisi lainnya, Perwakilan dari WitJaksono Group, Abese mengatakan, untuk komoditas beras pihaknya memliki permintaan pasar yang tinggi dan memiliki jaringan yang luas.

RPC itu nanti, kata Abese lagi, selain digunakan untuk produksi gabah juga akan dimanfaatkan bagi komoditas lain seperti jagung dan arang batok kelapa.

“Program jagung kita 5000 ton perhari, soal beras demand kita sangat tinggi. Kalau diproduksi disini (Bengkulu), kita pakai Brand kita (Witjaksono Group). banyak yang dapat diolah dalam sarana tersebut,” sebut Abese.

Lebih jauh disampaikannya, saat ini pihaknya telah mendapatkan jatah secara nasional 100 ribu hektar untuk penanaman jagung dan semua sarana industri telah disiapkan.

“Semua alat sarana industri sudah siap disistribusikan,” sebut Abese.

Dirinya berharap agar Provinsi Bengkulu dapat segera disitribusikan, termasuk juga alat berat untuk membuka lahan.(MC)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *