Jokowi Marah Kepada Dua Menteri Ternyata Gara-gara Impor, Ini Penjelasannya

Presiden Joko Widodo meminta agar jajarannya mempermudah impor untuk menunjang produksi dalam negeri. Salah satu cara yang ditekankan Presiden adalah dengan mempermudah impor bahan baku yang masuk kategori larangan terbatas.

“Saya sudah sampaikan ke Menko Perekonomian Pak Darmin Nasution. Saya minta larangan terbatas dihilangkan, dikurangi,” kataJokowi saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Kompleks Istana Kepresidenan,¬†Jakarta, Rabu (31/1).

Presiden mengatakan, saat ini larangan terbatas memang sudah dipangkas dari 5.000 ke 2.200. Namun, ia menilai, jumlah tersebut masih terlalu banyak dan bisa menghambat impor bahan baku.

“Itu kebanyakan. Itu apa sih? Dipikir saya tidak tahu itu buat apa? Permainannya apa?” kata dia.

Jokowi meminta agar Kementerian Perdagangan mengecek setiap pasokan yang ada di daerah. Oleh karena itu, bisa diketahui wilayah mana saja yang sedang surplus dan mana yang sedang kekurangan. Dengan demikian, Kemendag bisa memiliki data mengenai rantai perdagangan guna menjamin ketersediaan pasokan bagi industri.

“Suplai pasar terjaga juga menjamin ketersediaan industri. Jangan buat regulasi yang justru industri teriak karena pasokan terhambat,” kata dia.

Lebih lanjut Jokowi menuturkan, perangkat yang dimiliki Kementerian Perdagangan untuk mengumpulkan data ekspor dan impor sudah sangat besar dan bagus. Jika, data tersebut belum lengkap maka harus bisa menanggung risikonya.

Joko Widodo. (KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES)

Jokowi menilai, dengan perangkat yang besar maka jaminan perdagangan lintas daerah bisa berjalan lancar, mulai dari kebutuhannya hingga distribusinya. Hal ini juga berkaitan dengan menjaga inflasi tetap di level rendah.

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan untuk benar-benar mengerti mata rantai perdagangan, mulai dari supplier, distributornya, hingga agennya.

Hal ini, menurut Jokowi, berlaku di semua sektor, baik beras, hingga daging.

“Sehingga kelihatan di setiap titik mana yang macet di setiap titik mana yang jumlahnya suplai kurang selalu terupdate terus. Menjamin ketersediaan menjamin pasokan itu penting sekali sehingga supply pasar pada masyarakat itu terjaga, juga untuk menjamin ketersediaan kebutuhan industri. Dilihat jangan sampai membuat regulasi yang justru industri teriak karena pasokannya terhambat baik yang berurusan dengan gula, baik yang berurusan dengan bahan-bahan yang lainnya,” tutup dia.

Sumber : Tribunnews.com

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *