Kendati Surplus, Namun Harga Beras Jadi Penyebab Utama Inflasi di Awal Tahun 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,99 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Bengkulu berada di peringkat 17 nasional dari  82 kota di Indonesia yang dipantau oleh BPS. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen.

Budi Hardiyono, S.Si, ME, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa, lonjakan inflasi ini utamanya disebabkan oleh komoditas beras yang memberikan andil sebesar 0,31 persen terhadap inflasi bulan Januari. Disusul oleh daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, dan komoditi makanan lainnya.

Budi Hardiyono, S.Si, ME Saat Rilis di BPS Provinsi Bengkulu (Bisnisbengkulu.com)

Menurut Budi, tingginya harga beras di sepanjang bulan desember karena adanya penimbunan alias penyimpanan beras merk tertentu, yang tidak dijual oleh salah satu supermarket besar di Bengkulu. Disaat petugas pencacah bertanya, pemilik supermarket beralasan mereka tidak mau menjual beras merk tertentu karena harga jual lebih rendah dari harga sewaktu mereka membeli.

“Ada penimbunan atau penyimpanan beras merk tertentu oleh supermarket besar yang ada di Bengkulu. Saat petugas kami bertanya, mereka beralasan tidak menjual beras merk itu bukan karena berasnya tidak masuk, namun menyimpan beras karena harga beras yang diatur oleh Menteri Perdagangan di bawah harga beli mereka. Jika mereka jual maka akan rugi, maka tidak mereka keluarkan. Itulah salah satu penyebab kenapa berasnya banyak tapi harganya naik” Jelas Budi Hardiyono.

Tak hanya beras, beberapa bahan pangan juga mencatat inflasi seperti daging ayam ras sebesar 0,19 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen, cabai merah sebesar 0,05 persen. Namun, tak semua bahan pangan menyumbang inflasi. Bawang merah, contohnya menyumbang angka deflasi sebesar 0,02 persen.

Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Januari ini, 21 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Dengan angka inflasi sebesar 0,99 persen, Bengkulu menempati urutan ke 5 di wilayah Sumatera. Inflasi tertinggi terjadi di kota Bandar Lampung sebesar 1,42 persen, dan terendah di kota Tanjung Pinang sebesar 0,23 persen.

Selain itu, angka inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,99 persen, ternyata merupakan angka tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Tahun 2017 inflasi di bulan januari sebesar 0,98 persen, dan tahun 2016 lebih rendah lagi yakni sebesar 0,67 persen.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *