2017 Jadi Titik Nadir Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu, Ini Penjelasan BPS

Ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 ternyata menjadi titik nadir atau titik terendah dalam 3 tahun terakhir. Di tahun 2017, ekonomi Bengkulu hanya tumbuh sebesar 4,99 persen, melambat dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh 5,29 persen. Dan di tahun 2015 yang mencapai 5,13 persen.

Lalu, bagaimana pengaruh Bengkulu di Pulau Sumatera?

Provinsi Bengkulu juga menjadi provinsi yang terkceli menyumbang perekonomian di Pulau Sumatera, yakni hanya 2,03 persen saja. Angka ini jauh berada di bawah Provinsi Riau dan Sumatera Utara, yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Pulau Sumatera. Mereka menyumbang sebesar masing-masing 23,57 persen dan 22,84 persen.

Lalu, kenapa semua ini dapat terjadi?

Dyah Anugrah Kuswardani, Kepala BPS Provinsi Bengkulu menjelaskan dari pertumbuhan ekonomi Bengkulu sebesar 4,99 persen, pertumbuhan tertinggi dari sektor lapangan usaha adalah jasa lainnya sebesar 10,93 persen disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,09 persen. Jasa pedagangan besar dan eceran hanya menyumbang 8,69 persen, real estate sebesar 4,59 persen, sedangkan pertanian, kehutanan dan perikanan, hanya sebesar 3,27 persen.

Dyah Anugrah, Kepala BPS Provinsi Bengkulu

Penurunan ekonomi Bengkulu ini sebenarnya tidak ter prediksi, karena diawal tahun 2017 tepatnya di triwulan 1 dan triwulan 2, ekonomi Bengkulu masih berada di atas 5,28 persen. Namun tsunami itu terjadi pada triwulan 3 dan triwulan 4, yang menyebabkan ekonomi Bengkulu jatuh.

“Triwulan 1 ekonomi kita sebesar 5,21 persen, triwulan 2 sebesar 5,28 persen, triwulan ke 3 jatuh sebesar 4,90 persen, dan triwulan ke 4 sebesar 4,60 persen saja. Seperti itulah, gambaran perekonomian Bengkulu. Kita harap tahun 2018 ini, kita dapat bangkit dan mengejar ketertinggalan” jelas Dyah.

 

76 total views, 2 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *