Dorong Transaksi Non Tunai, BI: Bantuan Pemerintah Tak Boleh Cash, Termasuk PKH & BPNT

BENGKULU – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pergeseran perilaku masyarakat dari pembayaran secara tunai ke non tunai. BI sendiri  melakukan empat strategi agar Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ini bisa berhasil sukses.

Empat strategi itu di antaranya interoperabilitas dan interkoneksi melalui kartu kombo dan pemberdayaan keagenan, pembayaran elektronik di seluruh ruas jalan tol dan terintegrasi antar moda, cash management system, dan penyediaan layanan keuangan bagi Tenaga Kerja Indonesia.

BACA JUGA : 

BI Diminta Tingkatkan Capacity Building BUMP di Bengkulu

BI Nilai Ekonomi Bengkulu Bisa Tumbuh Diatas 5%, Asalkan

Berikut Pemenang Travel Fair dan GNNT BI Bengkulu

BI memang terus menggenjot GNNT dan cashless society melalui berbagai aspek salah satunya perluasan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Mulai dari pengembangan fasilitas pembayaran jalan tol, pembelian dan top up, hingga penyaluran bantuan sosial non tunai pada 2018 ini.

BI juga melakukan sinergi terutama dengan pemerintah di berbagai sektor, utamanya pada sektor dengan jumlah pengguna yang masif seperti transportasi dan bantuan sosial. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses akseptasi dan perluasan akses. Strategi ini sejalan dengan target inklusi perbankan yang dicanangkan BI.

Berdasarkan data BI, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sudah mencapai 6 juta orang dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah mencapai 1,2 juta orang. Sedangkan untuk elektronifikasi jalan tol, saat ini sudah efektif diberlakukan di 35 ruas tol.

Pada tahun 2017, realisasi penyaluran PKH sudah mencapai 99,16 persen dan penyerapan mencapai 99,04 persen di mana target hingga akhir tahun adalah 100 persen. Sedangkan realisasi penyaluran BPNT telah mencapai 98,41 persen dengan penyerapan mencapai 52,18 persen.

Sementara itu, elektronifikasi pada 35 jalan tol mampu mendorong rata-rata penetrasi non tunai nasional sebesar 98 persen. Hingga kini sudah ada 17 ruas jalan tol yang mencapai elektronifikasi sebesar 100 persen.

Di Jawa, saat ini gerbang tol full non tunai di Indonesia juga sudah mencapai 95 persen.

BI Bengkulu Siap

Sementara itu, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Saputra, BI Bengkulu siap untuk mendukung upaya GNNT. Apalagi, transaksi non tunai di Bengkulu masih sangat rendah.

“Bank Indonesia saat ini mendorong penyaluran bantuan pangan melalui instrumen non tunai. Termasuk di Provinsi Bengkulu” kata Endang.

News Reporter

3 thoughts on “Dorong Transaksi Non Tunai, BI: Bantuan Pemerintah Tak Boleh Cash, Termasuk PKH & BPNT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *