Pasific Partnership 2018, Bersama Latihan Tanggap Bencana

BENGKULU – Puncak pelaksanaan misi tahunan untuk bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana terbesar serta kegiatan kesehatan dan sosial kemasyarakatan kawasan Indo Pasifik, ditandai dengan pelaksanaan Upacara Pasific Partnership (PP) 2018, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (02/04).

Ditunjuknya Provinsi Bengkulu pada penyelenggaraan misi ke-13 PP 2018 ini, menurut Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Republik Indonesia Joseph R Donovan Jr, menjadi hal strategis dalam misi kemanusiaan dan jalinan persahabatan US dan Indonesia, terlebih Provinsi Bengkulu yang dikenak sebagai Bumi Rafflesia merupakan salah satu daerah rawan bencana, khususnya gempa dan tsunami.

BACA JUGA : 

Dubes AS Tinjau Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Bengkulu

Mau Magang Ke Jepang Gratis, Aman, Difasilitasi? Ini Syaratnya

Pesan Plt Gubernur dalam Musprov INKINDO Provinsi Bengkulu

“Menjadi hal yang sangat stategis bagi Negara Amerika Serikat dan Indonesia dalam hal misi kemanusiaan dan tanggap bencana. Sehingga hubungan baik antar kedua negara bisa semakin baik, termasuk dalam semua hal,” papar Dubes AS Joseph R Donovan Jr saat Konferensi Pers dihadapan awak media usai Upacara.

Lanjut Joseph R Donovan Jr kegiatan PP 2018 di Provinsi Bengkulu juga merupakan kemitraan antarnegara di wilayah Pasifik. Selama di Indonesia, lebih dari 800 personil militer dan sipil dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Prancis, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang akan ikut ambil bagian.

Penandatanganan prasasti kerjasama PP 2018 dan Pembangunan Bangunan Tahan Gempa.

Mereka semua akan bekerja secara berdampingan dengan personil TNI dan para anggota komunitas lokal di Bengkulu untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kemitraan regional, dan mengembangkan kerjasama multilateral untuk kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Atas undangan TNI, tim medis, dokter gigi, teknik sipil, dan dokter hewan kami akan bermitra dengan para ahli dari Indonesia untuk melakukan kegiatan pertukaran kesehatan, simposium medis, dan pelatihan tanggap bencana. Tujuan bersama kami membantu pemerintah, militer, dan komunitas lokal dengan bermacam layanan yang akan memperkuat kemampuan bersiap siaga menghadapi bencana,” pungkasnya.

Menurut Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksama Madya (Laksdya) TNI Didit herdiawan Ashaf, Pacific Partnership terus memperkokoh hubungan regional yang menjadi kunci untuk menyempurnakan kemampuan bersama Indonesia dan AS menghadapi bencana besar. Selain itu, PP 2018 menjadi sebuah contoh lainnya tentang kerjasama yang luar biasa antara kedua negara dan Kegiatan di Bengkulu ini tidak hanya menitik beratkan pada pertukaran militer namun juga pada pertukaran budaya dan pendidikan.

“Kerjasama ini semakin memperkuat hubungan diplomatik dan strategis. Diharapkan kedua negara bisa bekerja bersama menyempurnakan kemampuan tanggap bencana dan mendukung menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah yang teramat penting ini,” ungkap Laksdya TNI Didit herdiawan Ashaf yang sebelumnya memimpin jalannya upacara.

Diungkapkan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, ditunjuknya Provinsi Bengkulu sebagai tuan Rumah PP 2018, jelas menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah dan masyarakat Bumi Rafflesia.

“Saya kira kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak ekonomi kemudian perubahan kultur masyarakat, karena dari event ini tidak saja membangun kesiap siagaan penanggulangan bencana, tapi juga bagaimana mendorong percepatan pembangunan daerah, membangun semangat kebersamaan masyarakat kita serta menjadi ajang promosi pariwisata Bengkulu,” jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Memeriahkan Puncak PP 2018 Provinsi Bengkulu, dipenghujung upacara ditampilkan berbagai kesenian daerah khas Bengkulu, seperti Tari Kreasi Musik Dol dan Tari Perang Enggano.

39 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *