Sepakat!!! Berantas Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Bengkulu

Bengkulu – Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memberantas obat dan makanan ilegal yang beredar di Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Rohidin mengatakan makanan, minuman dan obat adalah produk yang selalu melekat dengan manusia.

Karena ketiga hal ini berkontribusi paling menentukan dalam kesehatan. “Ini harus menjadi perhatian kita untuk memastikan produk-produk tersebut aman,” ujarnya, saat membuka Focus Group Discussion Pemberantasan Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA : 

Dubes AS Tinjau Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Bengkulu

Penjabat Walikota: Perizinan Usaha Harus Cepat dan Transparan

Senator Riri: Munculkan Perpustakaan “Kekinian” Hingga Pelosok Daerah

Dia pun mengakui BPOM memiliki keterbatasan personil dalam mengawasi obat dan makanan di daerah ini. Karena itu, ia minta seluruh pemerintah kabupaten/kota berperan serta dalam melakukan pengawasan.

“Setiap yang bersifat sinergitas, poin permukaannya adalah komitmen. Ketika itu tidak ada maka yang lain tidak ada juga atau hilang,” ungkapnya.

Menurutnya, komitmen paling utama bisa berbentuk dukungan anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Memang anggaran bukan segala-galanya, tapi semuanya membutuhkan anggaran.

“Pemerintah daerah harus memastikan bagaimana penganggarannya, bagaimana personilnya, agar masyarakta benar-benar terlindungi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Burhanudin Gumay mengatakan tantangan pengawasan obat dan makanan semakin berat. Misalnya saja dalam beberapa bulan terakhir ditemukan banyak obat dan makanan yang tidak layak konsumsi.

“Fakta pertama misalnya adanya viostin DS yang mengandung lemak babi. Kemudian baru-baru ini ada makarel yang mengandung cacing,” jelasnya.

Dia menyampaikan BPOM memang rutin melakukan operasi pasar. Namun tidak semua wilayah bisa dicakup lantaran terbatasnya personil. “Kami tidak bisa kerja sendiri. Personel kami cuma 60 ASN dan 30 non ASN,” paparnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kepala daerah. Diantaranya Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun, Bupati Kepahiang Hidayatullah dan Wakil Bupati Bengkulu Utara Ary Septia.

Sumber : Mc Pemkot Bengkulu

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *