Sifat Serakah, Rentan Terjebak Investasi Bodong

BENGKULU – Sifat serakah yang dimiliki seseorang guna meraup keuntungan besar dalam waktu yang singkat, ternyata menjadi salah satu penyebab mudahnya seseorang menjadi korban dalam Inestasi Bodong. Apalagi keikutsertaan itu tanpa memikirkan prinsi rasionalitas dari iming-iming yang ditawari oleh pelaku penipuan berkedok investasi.

Hal ini seperti dijelaskan Yan Syafri, Kepala OJK Bengkulu. Karena sifat serakah inilah, menurut Yan Syafri, korban investasi bodong tidak mengenal usia, banyak yang berpendidikan tinggi, paham investasi, berasal dari kalangan menengah ke atas, aparat penegak hukum, hingga anggota dewan.

BACA JUGA : 

OJK & BEI Gelar Stocklab Competition Pertama di Bengkulu

BEI Resmikan Galeri Investasi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Rektor UMB: Ketika Lulus, Jangan Berfikir Jadi PNS Saja

“Selama mempunyai sifat serakah, mereka menjadi sasaran empuk para pelaku investasi bodong. Sehingga kasus ini tidak hanya terjadi kepada orang yang berpendidikan rendah, namun mereka yang berpendidikan tinggi pun tetap bisa menjadi korban investasi bodong” kata Yan Syafri.

Yan Syafri, Kepala OJK Bengkulu

Karena itulah, Yan Syafri yang juga sebagai Ketua Satgas Waspada Investasi Bodong berupaya terus melakukan upaya agar tidak ada masyarakat Bengkulu yang kembali menjadi korban investasi bodong. OJK pun bersama BEI Bengkulu akan terus mendongkrak literasi dan inklusi keuangan secara efektif, serta berharap seluruh pemangku kepentingan pemerintah dan pelaku industri, juga bersama-sama harus menggalakkan edukasi dan sosialisasi.

“Kita juga berharap peran media yang bersama-sama mencerdaskan masyarakat. Karena dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan maka akhirnya juga akan menciptakan budaya investasi yang sehat. Apalagi saat ini terdapat banyak Investasi yang Legal, seperti menabung saham” tutup Yan Syafri saat acara Media Gathering bersama BEI Bengkulu.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *