BPS Provinsi Bengkulu Gelar Koordinasi & Sosialisasi Penyusunan Disagregasi PMTB 2018

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Kamis (19/04) pagi menggelar kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi dalam rangka Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Tahun 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Madelin Bengkulu, yang turut dihadiri BPS Kabupaten Kota Se Provinsi Bengkulu.

Selain itu turut hadir pula Kepala Instansi Vertikal di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, seperti OJK, Pelindo II, BPKP, serta Yuliswani, Asisten II Pemprov Bengkulu yang juga sekaligus membuka kegiatan Kordinasi dan Sosialisasi ini.

BACA JUGA : 

Aksi Kriminalitas Kian Marak, Ekonomi dan Investasi di Bengkulu Bisa Terganggu

Amerika Serikat, Negara Tujuan Ekspor Terbesar dari Bengkulu

2017 Jadi Titik Nadir Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu, Ini Penjelasan BPS

Pemberian Kenang-kenangan dari BPS Bengkulu kepada Pemprov
Dalam arahannya, Yuliswani menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi sangat mendukung pelaksanaan Survei ini. Karena data yang tepat akan mampu menghasilkan informasi yang tepat pula. Data yang terpercaya pun akan membuat Investor semakin yakin dan tahu apa kebutuhan di Provinsi Bengkulu.

“Kita harus memiliki data yang tepat dan benar agar para investor betul-betul tahu invetasi apa yang akan mereka tanam di Bengkulu. Kita pun siap mendukung dan mensukseskan survei ini dengan memberikan data yang jelas dan benar” kata Yuliswani.

Selanjutnya, Ia pun berharap semua pihak yang akan menjadi responden dapat jujur saat didata oleh petugas.

“Kita berharap bahwa yang nanti akan menjadi responden survei dapat memberikan informasi yang tepat dan benar, tidak ditutup-tutupi karena ini akan berguna bagi masa depan bangsa kita” tutup Yulis.

Sementara itu, Antoni Pestaria, Kabag TU BPS Provinsi Bengkulu, pelaksanaan survei ini akan dilakukan selama 3 bulan yakni pada bulan April – Mei – Juni. Dimana Tujuan dilaksanakannya Survei ini adalah untuk Memperoleh data PMTB yang lebih terinci berdasarkan institusi, industri/lapangan usaha / jenis komoditi.

Dengan telah tersedianya data PMTB yang telah teragregasi (pemerintah, swasta, BUMN) maka akan tercipta perbaikan iklim investasi hingga berujung penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini pun sejalan dengan Prioritas Nasional nomor 4, yakni Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata.

“Perlu adanya sinkronisasi antar elemen pemerintah, swasta dan BUMN agar pelaksanaan survei ini dapat berjalan dengan baik. Kita berharap agar instansi yang dikunjungi dapat menyambut dengan baik dan memberikan  data dengan jujur dan benar” kata Antoni.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Roody Nooryadi, Kabid Nerwilis BPS Provinsi Bengkulu. Menurutnya, kesuksesan survei ini selain dari sisi petugas, juga berbanding lurus dengan data yang diberikan oleh responden nantinya.

“Mohon kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu yang hadir untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Sehingga manfaat untuk kesejahteraan ekonomi di Bengkulu lebih menggelora” tutup Rudy.

Roody Nooryadi, Kabid Nerwilis BPS Provinsi Bengkulu.
News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *