Pembangunan Kereta Api Muara Enim – Pulau Baai Bengkulu, Dicoret Presiden

BENGKULU – Presiden Joko Widodo secara resmi telah memutuskan memangkas atau mencoret 14 proyek senilai Rp 264 triliun dari daftar Proyek Strategis Nasional. Dimana salah satu dari 14 proyek yang dicoret tersebut adalah Proyek pembangunan Kereta Api dari Muara Enim (Sumatera Selatan) menuju Pulau Baai (Bengkulu).

Presiden beralasan pemangkasan ini dilakukan karena menilai proyek tersebut tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan pelaksanaanya. Padahal proyek itu senilai Rp. 39,97 triliun. Lalu bagaimana tanggapan Pemerintah Provinsi Bengkulu?

BACA JUGA : 

Menteri Perindustrian Support Pembangunan KEK Pulau Baai Bengkulu

Tentang Kereta Api Kota Padang – Pulai Baai, Dishub : Tinggal Selangkah Lagi

BPS Provinsi Bengkulu Gelar Koordinasi & Sosialisasi Penyusunan Disagregasi PMTB 2018

Yuliswani, selaku Asisten II Provinsi Bengkulu mengakui telah mengetahui pencoretan tersebut. Namun mereka belum menerima informasi secara resmi. Akan tetapi, Yuliswani tidak menampik bahwa proyek tersebut memang bermasalah dan tidak berjalan sesuai rencana.

“Supaya memberikan Informasi yang benar kepada masyarakat, Jalur trase Muara Enim – Bengkulu ini dulu sudah ditetapkan pemenangnya yaitu PT Mandela Resources. Tetapi mereka tidak dapat melaksanakan pekerjaan ini sehingga didiskualifikasi oleh pemerintah menjadi wanprestasi” kata Yulis.

Akan tetapi, hal ini tidak mengganggu rencana pembangunan kereta api, karena jalur trase sekarang berbeda dari yang dulu.

“Nah sekarang trasenya berbeda, yakni Trase dari Kota Padang (Rejang Lebong) – Pulau Baai (Bengkulu). Jadi itu yang harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa trase ini, berbeda dari yang lalu. Dimana kali ini, anggaran pembangunan mencapai Rp. 11 Triliun” tutup Yuliswani.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *