Tiket Pesawat, Penyumbang Inflasi Tertinggi di Bulan April

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,26 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Bengkulu berada di peringkat 24 nasional dari  82 kota di Indonesia yang dipantau oleh BPS. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,32 persen.

Dyah Anugrah Kuswardani, Kepala BPS Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa, lonjakan inflasi ini utamanya disebabkan oleh komoditas Angkutan Udara yang memberikan andil sebesar 0,24 persen terhadap inflasi bulan April. Disusul oleh bawang merah, daging ayam ras, bensin, dan komoditi makanan lainnya.

BACA JUGA : 

Riri Damayanti Kembali Calonkan Diri sebagai Anggota DPD RI

Kegiatan Goes to Campus BKIPM Bengkulu, Disambut Antusias

MoU Pemprov Bengkulu – PT.Telkom, Optimalkan Promosi Daerah Via Internet

Menurut Dyah, tingginya harga tiket pesawat dikarenakan mulai banyaknya permintaan penerbangan dari dan menuju Provinsi Bengkulu. Termasuk banyaknya even yang terjadi di bulan April. Hal inipun membuat harga tiket melambung.

“Mahalnya tiket pesawat ini sebenarnya tidak menyentuh langsung kepada masyarakat Bengkulu. Karena hanya sebagian kecil saja masyarakat yang merasakannya. Inflasi dibulan april pun terkategori aman dan terkendali” jelas Dyah.

Beberapa bahan pangan tercatat mengalami inflasi di bulan April. Seperti bawang merah sebesar 0,06 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, tempoyak sebesar 0,01 persen, serta bawang putih 0,01 persen. Namun, tak semua bahan pangan menyumbang inflasi. Cabai merah dan beras, contohnya menyumbang angka deflasi sebesar 0,09 persen dan 0,07 persen.

Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Januari ini, 13 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Dengan angka inflasi sebesar 0,26 persen, Bengkulu menempati urutan ke 6 di wilayah Sumatera. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,01 persen, dan terendah di kota Padang sebesar 0,01 persen.

Selain itu, angka inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,26 persen, ternyata merupakan angka tertinggi dalam 2 tahun terakhir di periode yang sama. Tahun 2017 Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, dan tahun 2016 deflasi sebesar 0,84 persen.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *