BEI Bengkulu Ajak ASN Menabung Saham

Bengkulu – Salah satu upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mendukung pemerintah meningkatkan tingkat literasi dan inklusi investasi yang benar dan legal di Provinsi Bengkulu, yakni dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan Pasar Modal di seluruh Indonesia.

BEI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengadakan kerjasama dalam bentuk Edukasi Pasar Modal secara langsung Kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk kalangan jajaran pemerintahan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dalam Pemprov Bengkulu dalam acara Seminar Nasional ASN Cerdas Berinvestasi di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Bengkulu.

BACA JUGA : 

Sri Mulyani Jelaskan Ekonomi RI Masa Dulu dan Sekarang

Benarkah BTN Mau Turunkan Bunga KPR Non Subsidi Jadi 9% ?

Sifat Serakah, Rentan Terjebak Investasi Bodong

Acara Seminar Nasional ASN Cerdas Berinvestasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Kepala Wilayah Area 1 BEI, Kepala Divisi Syariah FAC Sekuritas, Kepala Koperasi 212 Provinsi Bengkulu dan Kepala Cabang Bank BTN Bengkulu. pada Selasa (22/05).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Kota Bengkulu. Selain itu, acara ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal dimasyarakat. Hal ini menyebabkan produk-produk investasi ilegal/bodong masih kerap beredar dan memakan korban.

Dengan hadirnya kegiatan ini diharapkan kedepannya BEI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat menjalin kerjasama yang berkesinambungan dalam mencerdaskan masyarakat mengenai investasi yang baik dan benar serta diawasi oleh OJK, yakni investasi saham dan reksadana di pasar modal. Sehingga masyarakat Bengkulu tidak lagi tertipu oleh informasi yang tidak benar mengenai investasi bodong.

Sementara itu sampai dengan akhir april 2018 jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2,624 dengan single investor identification (SID) 2, 427. Angka ini tumbuh 100% yoy jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.

Dengan membeli saham, masyarakat dapat memiliki perusahaanya sendiri, tanpa perlu lagi membangun bisnis dari nol. Hanya dengan membuka akun minimal Rp. 100.000 masyarakat sudah dapat menikmati potensi keuntungan dari perusahaan-perusahaan Tbk yang tercatat di BEI. Dengan menabung saham diharapkan masyarakat Bengkulu kedepannya tidak lagi menjadi bawahan dari para kapitalis, tapi sudah menjadi pemilik dari perusahaan yang beroperasi di Indonesia, membeli saham yakni menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *