Tarif Pajak UMKM Dipangkas, Ini Kata Pengusaha

JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sunny Iskandar menanggapi terkait kebijakan pemangkasan tarif PPh UMKM 0,5 persen bahwa yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk membayar pajak.

“Tapi yang penting tingkat kesadaran untuk membayar pajak itu yang sudah ditangkap dulu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/6).

BACA JUGA : 

Indonesia Peringkat 109 dari 144 Negara Soal Keterlibatan Perempuan

Kepahiang Terus Kembangkan Puluhan Desa Wisata

Hotel Santika, Berbagi Kebahagiaan Dengan Panti Asuhan Kasih Sayang

Meskipun dia mengakui bahwa sebagai industri besar juga terkadang merasa dipersulit dengan proses pelaporan dan penyetoran pajak, namun dia mendukung dan menilai pemangkasan tarif ini sebagai kebijakan yang sangat baik.

“Saya pikir itu khususnya apalagi UMKM kita yang industri menengah besar aja seringkali di persulit dalam pelaporan, penyetoran terkait dengan pajak ini. Sebetulnya kalau ini bisa final dan angkanya cukup rasionable juga, saya rasa bagus sekali ya,” pungkasnya.

Hal ini karena industri kecil menengah, masalah pembukuan itu kan bukan hal mudah bagi mereka. Sehingga dengan diturunkan tarifnya dan dikenakan final merupakan hal yang sangat mendorong.

Sebelumnya, keputusan penurunan tarif PPh UMKM dilakukan setelah melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP)  No. 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Berdasarkan PP No. 46 Tahun 2013, pelaku UMKM dikenai PPh final sebesar 1%.

Tujuan penurunan pajak UMKM sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo adalah untuk meringankan biaya agar pelaku usaha UMKM tumbuh. Pelaku usaha mikro meloncat jadi usaha kecil,  usaha kecil naik jadi usaha menengah dan usaha menengah naik jadi usaha besar.

Sumber: akurat.co

14 total views, 2 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *