Senator Riri: Edukasi Soal Susu Kental Manis Harus Dimasifkan

BENGKULU – Senator termuda Indonesia Riri Damayanti John K. Latief mengajak kepada semua pihak di Bengkulu untuk memasifkan edukasi mengenai produk susu kental manis.

Menurut Riri, edukasi ini harus diutamakan kepada para orang tua agar memahami dampak bila anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) mengkonsumsi susu kental manis secara berlebihan.

BACA JUGA : 

Gejolak Harga dan Distibusi TBS di Bengkulu, Pemprov Siapkan Langkah

Senator Riri Minta Calon Jamaah Haji Jaga Kesehatan

Indonesia Peringkat 109 dari 144 Negara Soal Keterlibatan Perempuan

“Saya kaget begitu rekan-rekan sesama anggota DPD RI menceritakan tentang adanya balita yang mengalami gizi buruk akibat terlalu banyak mengalami susu kental manis. Ini belum banyak diketahui. Harus ada edukasi secara masif hal ini khususnya kepada orang tua yang punya balita. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi di Bengkulu,” kata Riri kepada jurnalis, Jumat (6/7/2018).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, harganya yang relatif murah membuat susu kental manis ini kerap menjadi pilihan bagi orang tua dari kalangan kurang mampu untuk diberikan kepada anaknya.

“Makanya sosialisasi ini harus terus digalakkan. Seluruh jajaran Dinas Kesehatan seperti Puskesmas, bidan desa, kader-kader Posyandu, BPOM, harus menggalakkan sosialisasi mengenai hal ini. Sebab bisa saja masyarakat mudah terjebak dengan kalimat susu yang ada di merk susu kental manis,” imbuh Riri.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna dan Kaur ini menambahkan, ia selaku anggota Komite III DPD RI akan membahas permasalahan ini dengan Kementerian Kesehatan.

“Dalam tayangan iklan harus dipertegas pencitraannya bahwa susu kental manis ini bukan untuk dikonsumsi balita, karena lebih banyak kandungan gulanya dari gizinya.

Sebelumnya, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasaro menyarankan agar susu kental manis tidak dijadikan sebagai makanan pokok. Menurut dia, konsumsi susu kental manis harus dilengkapi dengan gizi lainnya.

“Harus dijadikan sebagai makanakn pelengkap. Hanya sekali-kali saja. Jangan untuk makanan kita sehari-hari,” ujarnya.

Data terhimpun, susu kental manis mendapat sorotan publik setelah keluar surat edaran dari BPOM bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang ‘Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada akhir Mei lalu.

Empat hal utama harus diperhatikan oleh produsen, importir serta distributor produk Kental Manis dalam surat edaran itu.

Pertama, produk susu kental manis dilarang menampilkan anak-anak berusia kurang dari lima tahun dalam bentuk iklan televisi, maupun iklan lainnya dan dilarang memvisualisasikan produknya dengan produk susu lain yang setara sebagai pelengkap gizi.

Selain itu, produk susu kental manis juga dilarang memvisualisasikan gambar susu cair atau susu dalam gelas dan disajikan dengan cara diseduh atau dikonsumsi sebagai minuman.

Kemudian untuk produk yang diiklankan, susu kental manis dilarang ditayangkan pada jam yang biasa dikonsumsi anak-anak atau disandingkan dengan tayangan anak-anak.

31 total views, 2 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *