Harga Jengkol Meroket, 3 Besar Penyumbang Andil Inflasi

BENGKULU – Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat, inflasi selama Juli 2018 sebesar 0,87 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender Januari-Juli 2018 tercatat sebesar 3,37 persen, dan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,30 persen.

Laju inflasi tersebut merangkak naik, jika dibandingkan inflasi selama Juni, yang tercatat sebesar 0,81 persen. Sementara itu, angka 0,87 persen ini sangat tinggi jika dibandingkan inflasi Juli 2017, yang tercatat hanya sebesar 0,35 persen.

BACA JUGA : 

Plt Gubernur Yakin Imunisasi MR Jangkau 100% Anak

Harga Sudah Naik, Petani Sawit Diminta Siapkan TBS yang Layak Jual atau Berkualitas

Perempuan Bengkulu Terus Didorong Sebagai Penggiat Ekonomi Kreatif

Dyah Anugrah Kuswardani, Kepala BPS Provinsi Bengkulu mengatakan, berdasarkan pemantauan di 82 kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Seluruh Indonesia, tercatat 68 kota terjadi inflasi, sedangkan 14 kota lainnya mengalami deflasi.

Adapun inflasi tertinggi terjadi di kota Sorong yang sebesar 1,47 persen. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di tiga kota, yakni Depok, Banyuwangi, dan Surabaya yang sebesar 0,33 persen. Sedangkan deflasi tertinggi, terjadi di Ambon sebesar minus 1,45 persen dan terendah terjadi di Palembang minus 0,01 persen.

Khusus untuk Pulau Sumatera, Bengkulu menduduki peringkat 1 (0,87 persen) disusul Tanjung Pandan (0,85 persen) serta Meulaboh (0,71 persen).

Dia menjabarkan, yang menyumbang inflasi Juli 2018, paling besar adalah Angkutan udara sebesar 0,852 persen, disusul daging ayam ras dan jengkol sebesar 0,13 persen dan 0,06 persen.

“Bensin menduduki peringkat ke 4 dengan andil sebesar 0,05 persen, karena tepat 1 Juli lalu harga pertamax mengalami kenaikan” tutur Dyah.

52 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *