Gonjang Ganjing Harga Sawit, Penyebab Utama NTP Juli 2018 Menurun

BENGKULU – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bengkulu pada bulan juli tercatat sebesar 92,37 yang berarti daya beli petani di Provinsi Bengkulu masih defisit sebesar 7,63 persen. Angka ini lebih rendah dari NTP bulan Juni
2018 sebesar 93,29 atau turun sebesar 0,98 persen.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani menjelaskan bahwa penyebab utama dari penurunan NTP itu adalah merosotnya harga komoditi sawit, hingga berdampak pada ketidak pastian harga dan komoditi tersebut.

“NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 76,92 (turun 3,33 persen). Indeks ini jauh dibawah angka 100. Hal ini membuktikan bahwa petani kita sangat terpuruk akan keadaan ini” sebut Dyah.

BACA JUGA : 

Harga Jengkol Meroket, 3 Besar Penyumbang Andil Inflasi

Berikut Alasan Kenapa BNI Dipilih Kementrian Desa Wujudkan Smart Office

Jalin Kolaborasi, Net1 Indonesia Bekerjasama dengan Matrix TV

Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani.

Perubahan NTP bulan Juli 2018 untuk masing-masing subsektor dibanding Juni 2018 adalah sebagai berikut : Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 96,94 (naik 0,16 persen), NTP Subsektor Hortikultura (NTPH) 117,49 (naik 0,88 persen), NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 76,92 (turun 3,33 persen), NTP Subsektor Peternakan (NTPT) 108,91 (naik 1,01 persen)

NTP Subsektor Perikanan/Nelayan (NTN) 98,71 (naik 0,16 persen), NTP Subsektor perikanan tangkap (NTNT) 108,16 (naik 0,26 persen) dan NTP subsektor perikanan budidaya (NTNB) 95,18 (naik 0,11 persen).

“Terlihat, bahwa Tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan yang sangat signifikan” tutup Dyah.

3 total views, 3 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *