SDGs Provinsi Bengkulu 2016-2021 Mulai digarap, Berikut Beberapa Point Penting

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu meluncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (TPB) Sustainable Development Goals (SDGs) 2016-2021, Kamis (23/8/2018) kemarin.

Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, implementasi RAD SDGs diharapkan mampu menciptakan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Setidaknya, memperhatikan tiga poin besar yakni ekonomi yang berkeadilan, sosial dan kemanusiaan, serta keberlangsungan sumber daya alam.

“Fokuskan pada tujuan. Kita memahami bahwa masalah kita adalah kemiskinan, maka penyusunan kebijakan harus memperhatikan dampak ekonominya. Ekonomi bertumbuh, tapi mampukan menekan angka kemiskinan, atau justru mempertajam kesenjangan?,” papar Rohidin.

Rohidin juga ingin kebijakan pembangunan haruslah memperhatikan sisi sosial dan kemanusiaan. Kemudian jika gagasan kebijakan pembangunan berhubungan dengan sumberdaya alam maupun lingkungan, juga harus diperhatikan kajian keberlangsungannya.

“Dampak ekonomi bagus, secara sosial juga tak bermasalah, tetapi dampak terhadap keberlangsungan resource juga lingkungan tidak seimbang, maka tidak akan menjadi pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Rohidin.

Dengan di-launching-nya RAD SDGs tersebut, Rohidin mengimbau perencanaan pembangunan dapat mempedomani dan terkoneksi dengan program SDGs. Sehingga target tujuan pembangunan dapat tercapai dengan diikuti pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kehidupan sosial tertata baik, juga sumberdaya serta lingkungan yang terjaga.

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Noni Yuleisti menerangkan, RAD SDGs diluncurkan usai terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2018 Tentang RAD Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

SDGs Provinsi Bengkulu. Dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelesaikan dokumen SDGs.

Saat itu juga hadir Sekretaris Tim 2 TPB-SDGs Nasional, Wahyuningsih Darajati. Dikatakan Wahyuningsih, Provinsi Bengkulu merupakan provinsi ke-3 yang telah menyelesaikan dokumen SDGs dan meluncurkannya.

“Seperti dikatakan gubernur tadi, Indonesia sejatinya telah menerapkan kesepakatan serupa (SDGs) yang dikenal dengan MDGs -Milenium Development Goals. Kemudian untuk 2015 – 2030 SDGs ada 17 program,” kata Wahyuningsih saat dialog usai peluncuran RAD SDGs di Bengkulu.

Untuk diketahui, Rencana Aksi Nasional TPB SDGs telah diluncurkan awal Juni lalu. 17 program SDGs yang dicanangkan 2015 hingga 2030 yaitu tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak juga pe‎rtumbuhan ekonomi berkualitas.

Lalu, industri inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, ekosistem daratan, perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Kebetulan hadir di sini filantropi berbagai pihak, karena program SDGs ini menjadi tanggung jawab bersama baik dari pengusaha, pemerintah, dan juga akademisi tentunya,” demikian tutur Wahyuningsih.

Sumber: Mc Pemprov Bengkulu

7 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *