Demand Masyarakat Menurun, Bengkulu Tertinggi Deflasi Se Sumatera

Bengkulu – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat bahwa Bengkulu mengalami deflasi pada bulan Agustus 2018 sebesar 1,80 persen. Ini merupakan kali ke dua Bengkulu mengalami deflasi pada tahun ini setelah sebelumnya mengalami deflasi pada bulan februari sebesar 0,30 persen.

Dyah Anugrah Kuswardani, Kepala BPS Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi pada bulan Agustus ini dikarenakan adanya penurunan konsumsi dibanding bulan sebelumnya dimana ada momen Idul Fitri dan Idul Adha. Sehingga demand tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya.

Selain itu, deflasi yang terjadi juga dikarenakan turunnya tarif angkutan udara, yang selama ini memang menjadi komoditi utama penyumbang inflasi. Tak hanya itu, harga cabe merah, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga jengkol, juga membawa andil yang besar terhadap deflasi yang terjadi.

“Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan Agustus 2018 ini, 13 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Dengan angka deflasi sebesar -1,80 persen, Bengkulu menempati urutan ke 23 di wilayah Sumatera. Sedangkan inflasi tetinggi terjadi di kota Banda Aceh dan Tanjung Pandan sebesar 0,05 persen,” kata Dyah, di kantornya, Senin (3/9/2018).

27 total views, 2 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *