Waspada Kosmetik Tak Berizin, BPOM Pantau Medsos

Bengkulu – Selama 5 tahun terakhir Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, telah berhasil menemukan banyaknya komiditas seperti obat, makanan dan minuman, hingga kasus peredaran kosmetik ilegal yang beredar di Provinsi Bengkulu. Bahkan bukan hanya sampai pengawasan saja, namun telah dilakukan penindakan kosmetik ilegal hingga pada proses “meja hijau” bagi produsen kosmetik ilegal tersebut.

Dikatakan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dalam rilis Media Center Bengkulu, kegiatan seperti ini jelas sangat penting terutama bagi kalangan anak muda yang saat ini sangat tergantung pada fasilitas internet. Sehingga, bimtek terkait kosmetik sangat diperlukan untuk mensosialisasikan beredarnya kosmetik ilegal yang menimbulkan efek bahaya dalam penggunaannya.

“Karena memang mayoritas pengguna internet itu generasi milenial dan beredar kosmetik illegal, tidak sehat dan tidak aman itu mayoritas melalui media sosial, maka saya kira harus mengedukasi agar menjadi pengguna internet yang cerdas, yang bisa betul-betul memilah dan memilih, mana produk yang aman dan sehat,” papar Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Bimtek Kader Kampanye Kosmetik, Cerdas Aman pada Generasi Millenial di Bengkulu, Senin (22/10).

Rohidin Mersyah juga mengingatkan kepada pihak terkait selaku pengambil kebijakan, untuk dapat membatasi (men-sortir) peredaran iklan semua produk kosmetik, khususnya mengandung unsur berbahaya dan tidak aman.

“Pada hari ini kita punya fasilitator, nanti kita harapkan para kader ini yang akan mengedukasi masyatakat yang ada disekitarnya. Selain itu, akan lebih efektif kalau pengambil kebijakan dengan komitmen kuat, bahwa semua pemasaran produk kosmetik itu yang melalui media sosial ini betul-betul disortir dan diblok oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.

Menurut Kepala BPOM Bengkulu Syafrudin T, dilaksanakannya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman penggunaan kosmetik yang aman dan tepat, termasuk bagaimana menjaring informasi tentang iklan kosmetik yang banyak beredar, terutama via internet. Sehingga diharapkan peredaran dan penggunaan kosmetik ilegal bisa semakin diminimalisir.

“Hingga saat ini BPOM Bengkulu telah menangani lebih dari 500 peredaran kosmetik ilegal. Terhadap yang telah jelas-jelas melanggar, beberapa diantaranya telah kita meja hijaukan. Kita telah berusaha membina, tapi kalau tidak bisa dibina ya kita binasakan,” jelas Syafrudin.

214 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *