Senator Riri Harap SMSI Bantu Sosialisasi 5 Warna Kertas Suara Pemilu 2019

Bengkulu – Anggota Komite I DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu, Riri Damayanti, Selasa (30-10) sore melakukan kunjungan kerjanya ke Seketariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu. Kunjungan kerja ini dalam rangka menyerap aspirasi terkait Sistem Pemilu yang saat ini tengah berjalan. Acara ini juga disambut langsung oleh Ketua SMSI Provinsi Bengkulu, Rahimandani bersama pengurus SMSI Bengkulu.

Dijelaskan Riri, Indonesia akan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak pada bulan april 2019 mendatang. Ini juga merupakan sejarah bagi Indonesia dimana pileg serentak antara Anggota Legislatif sekaligus Presiden. Ada 5 Pemilihan yang akan dilakukan yakni Pemilihan Presiden, Anggota DPD RI, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kab/Kota.

5 warna kertas suara tersebut adalah, warna hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, warna biru untuk DPRD Provinsi, warna kuning untuk DPR RI, warna merah untuk DPD RI, dan warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden.

“Dalam banyak kesempatan saat kami (Anggota DPD RI Bengkulu) menjumpai masyarakat terutama di desa, 90% dari mereka tidak bisa mengetahui dan tidak bisa membedakan 5 warna surat suara, yang mana pemilihan presiden, hingga warna apa untuk pemilihan Caleg DPD RI. Ini yang harus kita dorong bersama-sama agar masyarakat bisa tercukupkan informasinya mengenai Pemilu,” kata Riri.

Karena itulah, Riri pun berharap media online yang tergabung dalam SMSI dapat bersama-sama mensosialisasikan informasi kepada masyarakat karena Media Online merupakan Sarana penting dalam menyampaikan Informasi kepada masyarakat. Apalagi sesuai dengan kemajuan zaman saat ini yang sudah update dengan teknologi yang sangat cepat dalam mengabarkan informasi atau peristiwa kepada masyarakat.

Riri Damayanti dan Rahimandani

Sementara itu, Rahimandani Ketua SMSI Provinsi Bengkulu juga menyoroti PKPU yang melarang sosialisasi para Caleg dan membatasi hanya 21 hari sebelum hari pelaksanaan. Dengan kata lain, sumber iklan dari caleg hanya bisa didapat pada bulan Maret 2019. Hal ini tentu menciderai hak-hak para caleg dan masyarakat yang haus akan informasi mengenai caleg yang akan dipilih.

“Masyarakat berhak tau rekam jejak dan pengalaman Caleg yang akan dipilihnya, disisi lain, kami media pun membutuhkan iklan untuk membiayai kebutuhan kantor dan karyawan. Masa sosialisasi itu membutuhkan waktu yang tidak mungkin cukup jika dilaksanakan selama 3 minggu saja,” ujarnya.

Untuk itulah, SMSI mewakili media-media online yang ada di Bengkulu berharap Komite I DPD RI dapat memfasilitasi dan menyuarakan aspirasi ini ke KPU RI.

“Karena itulah, kami mewakili kawan-kawan pemilik media sangat keberatan dengan sosialisasi caleg di media yang hanya 21 hari sebelum pelaksanaan,” tambahnya.

Atas semua saran dan masukan ini, Riri Damayanti berjanji akan menyampaikan keluhan ini dalam rapat Anggota di DPD RI serta akan menyuarakannya dengan KPU RI. Termasuk dalam waktu dekat, Riri juga akan menampung aspirasi dari Bawaslu Provinsi dan KPU Provinsi Bengkulu tentang Sistem Pemilu sesuai dengan Tupoksi Kerja Anggota Komite I DPD RI.

“Setelah ini Saya juga akan mendengarkan aspirasi dari kawan-kawan di Bawaslu dan KPU sebelum nantinya akan dipaparkan dalam rapat anggota Komite I DPD RI. Mudah-mudahan semua saran yang telah saya catat ini bisa membawa perubahan positif bagi Sistem Pemilu di Indonesia khususnya bagi Masyarakat Bengkulu,” tutup Riri.

69 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *