Facebook mengenkripsi panggilan Messenger dalam langkah privasi

Mengenkripsi obrolan teks di Messenger telah menjadi opsi sejak 2016.

Facebook pada hari Jumat mulai meluncurkan enkripsi untuk panggilan suara atau video yang dilakukan melalui aplikasi SMS Messenger-nya, meningkatkan privasi bagi pengguna.

Langkah ini dilakukan saat kesucian data di ponsel pintar menjadi topik yang semakin sensitif.

Jumlah panggilan audio atau video yang dilakukan di Messenger telah melonjak sejak saat itu menjadi lebih dari 150 juta setiap hari, mendorong Facebook untuk menambahkan opsi pertukaran berebut dari satu ujung ke ujung lainnya untuk mencegah pengintaian.

“Isi pesan dan panggilan Anda dalam percakapan terenkripsi ujung ke ujung dilindungi dari saat meninggalkan perangkat Anda hingga saat mencapai perangkat penerima,” kata direktur manajemen produk Messenger Ruth Kricheli dalam sebuah posting blog.

“Ini berarti tidak ada orang lain, termasuk Facebook, yang dapat melihat atau mendengarkan apa yang dikirim atau dikatakan.”

Enkripsi ujung ke ujung sudah banyak digunakan oleh aplikasi termasuk WhatsApp milik Facebook dan menjadi standar industri.

“Orang-orang mengharapkan aplikasi perpesanan mereka aman dan pribadi,” kata Kricheli.

Facebook mengungkapkan bahwa mereka sedang menguji enkripsi obrolan grup dan panggilan di Messenger, serta pesan langsung di jejaring sosial Instagram yang berpusat pada gambar.

“Kami juga akan memulai tes terbatas dengan orang dewasa di negara-negara tertentu yang memungkinkan mereka memilih pesan terenkripsi ujung ke ujung dan panggilan untuk percakapan satu lawan satu di Instagram,” kata Kricheli.

Pengumuman Apple baru-baru ini bahwa mereka akan memindai pesan terenkripsi untuk bukti pelecehan seksual anak telah menghidupkan kembali perdebatan tentang enkripsi dan privasi online, meningkatkan kekhawatiran bahwa teknologi yang sama dapat digunakan untuk pengawasan pemerintah.

Langkah ini merupakan perubahan besar bagi Apple, yang hingga saat ini menolak upaya untuk melemahkan enkripsi yang mencegah pihak ketiga melihat pesan pribadi.

Apple berpendapat dalam makalah teknis bahwa teknologi yang dikembangkan oleh para ahli kriptografi “aman, dan secara tegas dirancang untuk menjaga privasi pengguna.”

Meskipun demikian, enkripsi dan spesialis swasta memperingatkan alat itu dapat dieksploitasi untuk tujuan lain, berpotensi membuka pintu untuk pengawasan massal.

Langkah Apple datang setelah bertahun-tahun kebuntuan yang melibatkan perusahaan teknologi dan penegakan hukum.

Pejabat FBI telah memperingatkan bahwa apa yang disebut “enkripsi ujung ke ujung,” di mana hanya pengguna dan penerima yang dapat membaca pesan, dapat melindungi penjahat, teroris dan pornografi bahkan ketika pihak berwenang memiliki surat perintah hukum untuk penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *