BI Catat Inflasi Bengkulu 2018, Dibawah Rata-rata Nasional

Bengkulu – Tim Pengendalian Infalansi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu mengklaim bahwa kinerja sepanjang tahun 2018 sangat menyakinkan. Hal ini tergambar dalam konferernsi Pers yang dilakukan pada rabu (2/1), di Media Center Provinsi Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Bengkulu sebagai Ketua TPID Provinsi Bengkulu, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Kepala Badan Pusat Satistik (BPS) Provinsi Bengkulu serta Kepala Biro Ekonomi dan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan rilis  inflansi yang dikeluarkan BPS Provinsi Bengkulu pada hari ini, angka inflansi Bengkulu tahun 2018 tercatat sebesar 2, 35 persen dan menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,56 persen.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra, realisasi inflansi Bengkulu tahun 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan inflansi nasional.

Pencapaian tersebut, kata Endang, berhasil dipertahankan oleh Provinsi Bengkulu selama kurun waktu dua tahun berturut-turut.

“Pada tahun 2016 inflansi Bengkulu pada angka 5, 00 persen sedangkan inflansi nasional 3, 02 persen, sedangkan pada tahun berikutnya (2017) inflansi Bengkulu 3, 56 persen dan inflansi nasional pada angka 3,61. Untuk tahun ini (2018) inflansi Bengkulu di angka 2, 56 persen sedangkan inflansi nasional pada angka 3,13 persen,” sampai Endang Kurnia.

Selain itu, lanjut Endang, realisasi inflansi tahunan (year of year) Provinsi Bengkulu tahun 2018 menduduki posisi terendah ketiga se- Sumatera.

“Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada tahun 2017 yang menduduki posisi nomor tujuh se- Sumatera,” sebutnya dalam rilis Media Center Bengkulu.

Keberhasilan tersebut, jelas Endang, karena pemerintah Provinsi Bengkulu mampu menekan gejolak tiket pesawat terbang yang sangat mempengaruhi inflansi.

186 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *