Senator Riri: Tekan Angka Golput, Kerja Keras Semua Pihak

Bengkulu – Bedasarkan data yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU), tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak Tahun 2018 hanya mencapai 73,24 persen atau belum mencapai target. Kendati pelaksanaannya telah berjalan kondusif, tertib, dan lancar.

Senator Muda Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, mengingatkan, keamanan dan kendala distribusi logistik yang menjadi salah satu kelemahan dalam Pilkada Serentak 2018 kemarin harus segera dibenahi.

“Pilkada Serentak 2018 bisa sukses tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah, terutama dari segi anggaran. Saya berharap antara Pemerintah Daerah dan penyelenggara Pemilu bisa kembali bersinergi dengan baik untuk mensukseskan Pemilu 2019 terutama untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih atau menekan angka golput,” kata Senator Riri kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, peran dan partisipasi warga masyarakat pemilih sangat penting dari sebuah pesta demokrasi.

“Tingkat partisipasi warga masyarakat pemilih mesti menjadi perhatian khusus pada Pemilu Serentak 2019. Perlu langkah-langkah kongkrit oleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan partisipasi pemilih agar target suara 77,5 persen dalam Pemilu 2019 bisa tercapai,” imbuh Senator Riri.

Berdasarkan data, saat ini terjadi fenomena fluktuasi tingkat partisipasi politik masyarakat di Pemilu dimana partisipasi politik warga masyarakat pemilih di Pemilu 2004 84 persen, Pemilu 2009 sebesar 71 persen dan Pemilu 2014 sebesar 74 persen.

“Pemda punya besar dalam upaya untuk meningkatkan kualitas demokrasi saat ini. Kualitas demokrasi ini sangat dibutuhkan untuk menjamin sinergisitas setelah Pemilu terutama dalam menjalankan roda pembangunan secara berkesinambungan,” ungkap Senator Riri.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menuturkan, Pemerintah Daerah dapat melakukan pemantauan, pelaporan dan evaluasi perkembangan politik di daerah serta menggandeng Forkopimda serta forum–forum lainnya di daerah untuk meningkatkan partisipasi warga masyarakat pemilih.

“Kendala-kendala yang muncul tentunya harus cepat dan tepat diantisipasi. Kalau ada yang belum masuk DPT, proses. Kalau ada penyelenggara yang terlihat tidak netral, jewer. Kalau ada berita hoaks, tangkal. Kalau ada money politic, tindak. Saya siap bersinergi,” ujar Senator Riri.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi nasional pertama kali dilaksanakan secara serentak harus menjamin aspirasi politik masyarakat dapat tersalurkan secara alamiah tanpa adanya tekanan, intimidasi, dan ancaman lainnya.

“Perkuat sosialisasi ke bawah dengan melibatkan RT, RW, karang taruna, hingga kader partai politik. Semua harus memahami aturan main Pemilu agar jangan sampai terjadi kecurangan, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun yang dilakukan secara tersembunyi,” demikian Senator Riri.

 330 total views

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *