PMK3I BE Kraft, Setujui Bengkulu Jadi Kota Kreatif

Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu optimis mampu mewujudkan ekonomi kreatif 2020. Hal ini disampaikan oleh wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam acara Penandatanganan Paparan uji petik Penilaian mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), di Aula Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kamis (28/03/2019).

“Bengkulu punya potensi, semua yang berpotensi itu kita kembangkan, seperti sektor fashion kita punya Besurek, di sektor kuliner yang akan kita dorong adalah jeruk kalamansi, kopi dan kue Bay tat, di sektor kriya kita punya kerajinan kayu lantung yang sudah diproduksi menjadi tas, dompet dan topi yang saat ini dalam proses mengenalkan ke publik”, ujar Dedy.

Menurutnya Bengkulu dengan segala kearifan lokalnya sangat berpotensi dalam pengembangan ekonomi kreatif. “Kita harus befikir out of the box, apalagi dalam mengembangkan ekonomi kreatif, kita optimis, kita punya keunikan, tinggal dipoles dengan inovasi-inovasi dan kreatifitas yang bisa menciptakan sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki oleh yang lain,” jelasnya.

Dedy Wahyudi juga menghimbau kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu untuk meningkatkan anggaran tahun 2020 sebagai dukungan dalam mewujudkan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.

“Kita sangat berharap dan komit Bengkulu bisa menjadi kota dengan ekonomi kreatif di Indonesia, maka dari itu nanti akan kita tingkatkan anggaran di tahun 2020 untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di kota Bengkulu,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Hari Santoso Sungkari mengapresiasi upaya pemerintah kota Bengkulu dalam pengembangkan ekonomi kreatif.

“Bengkulu adalah kota ke-3 dari 55 kota yang kita lakukan uji petik. Bidang-bidang yang sudah ada di Bengkulu kita sudah survei dari tanggal 26 maret sampai pada hari ini hasilnya berpotensi, saya mengapresiasi upaya pemerintah kota Bengkulu dalam mewujudkan ekonomi kreatif, nanti kita akan bimbing dan fasilitasi agar hasilnya seperti yang kita harapkan,” jelas dia.

Selain itu, lanjutnya, tim uji petik dalam pemaparannya memberikan pesan agar sektor kuliner yang disepakati menjadi sektor unggulan sebagai penarik terwujudnya ekonomi kreatif di Bengkulu agar mempunyai hak paten.

“Setelah melakukan survei dan pembelajaran mendalam kami sepakat mengangkat sektor kuliner yang menjadi lokomotif di kota Bengkulu, karena Bengkulu lebih mendukung dalam pengembangan sektor kuliner dan sudah banyak produknya seperti kopi, kue bay tat, dan kalamansi. Tapi jangan lupa memberikan hak paten agar tidak di klaim oleh kota lain,” ujarnya.

Sebagai informasi kegiatan ini diakhiri dengan Penandatangan berita acara uji petik antara Pemkot Bengkulu dengan Deputi Infrastruktur Bekraf. Dalam acara ini turut hadir Kepala OPD kota Bengkulu, Akademisi Universitas Bengkulu, perwakilan PT. Telkom dan Akademisi Universitas Bengkulu.

Sumber: MC Kota Bengkulu

167 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *