Pesan Sang Senator Muda Dalam Memperingati Harganas 2019

Bengkulu – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, persentase pasangan muda yang menggunakan alat kontrasepsi di Indonesia, Bengkulu menempati posisi lima teratas setelah Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 Tahun 2019 hendaknya dimanfaatkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus kepada provinsi yang berhasil menekan pertumbuhan penduduk dengan mengendalikan angka kelahiran.

Menurutnya, hal ini penting untuk memberikan semangat dan motivasi bagi provinsi-provinsi yang berprestasi untuk bersama-sama mengakselerasi upaya peningkatan peran keluarga dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal menuju Indonesia Emas tahun 2045.

“KB ini punya peran besar mengurangi angka kematian. Ibu-ibu juga jadi bisa mengatur kehamilannya agar anak-anak bisa lahir dengan aman, sehat dan sesuai dengan harapan,” kata Riri Damayanti kepada media, Jumat (28/6/2019).

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana BKKBN Provinsi Bengkulu ini memberikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Jokowi yang telah meluncurkan Kampung KB untuk meningkatkan target penurunan laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Indonesia.

“Seperti kata presiden sendiri, keluarga berencana adalah kunci keberhasilan generasi mendatang. Kampung KB adalah gerakan yang bagus meski peran pemerintah daerah untuk menggalakkan program-program yang lain juga penting. Ini kerja bersama. Jangan sampai cinta keluarga cinta terencana hanya jadi sekedar slogan,” ungkap Riri Damayanti.

Alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini menekankan, orang tua yang dapat meluangkan waktu untuk membahagiakan keluarganya juga merupakan syarat penting dalam mewujudkan putra-putri Indonesia sebagai insan yang berkualitas.

“Bahagia itu nggak mesti kaya, tapi yang paling penting adalah cinta dan kasih sayang orangtua kepada anak-anaknya. Jangan sampai ada jarak antar sesama anggota keluarga. Peran orangtua dalam membina keluarganya harus mendapat perhatian lebih dari yang lain,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, catatan BPS 2018, sebanyak 65,01 persen pasangan muda Bengkulu telah menggunakan alat kontrasepsi untuk mengendalikan angka kelahiran. Posisi teratas adalah Kalimantan Selatan dengan 67,42 persen pasangan muda. Sementara posisi terbawah ditempati Papua dengan 23,82 persen.

Harganas sendiri merupakan peringatan setiap tanggal 29 Juni disebut sebagai awal permulaan kebangkitan dari kesadaran masyarakat akan pentingnya membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.

Peringatan ini ditujukan agar program keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah diharapkan masyarakat di Indonesia dapat lebih faham mengenai keluarga ideal yaitu membatasi jumlah kelahiran serta penggunaan alat-alat kontrasepsi sebagai acuan guna terbentuknya keluarga yang berencana.

529 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *