Pasca Pertemuan Jokowi – Prabowo, Senator Harap Indonesia Kembali Bersatu

Jakarta – Ditahun 2019 ini, Pemilihan umum yang juga bersejarah telah menimbulkan banyak perbedaan pandangan di antara rakyat Indonesia. Perbedaan tersebut bahkan hingga menimbulkan istilah-istilah negatif seperti cebong dan kampret. Semangat persatuan antara kubu politik yang berkontestasi menjadi penting untuk merajut kembali energi yang terbelah dalam membangun Indonesia.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk mewujudkan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta memelihara perdamaian dunia berdasarkan keadilan sosial.

“Mulai sekarang delete kata-kata cebong dan kampret. Dua kubu presiden sudah bersatu. Jangan ada lagi ujaran kebencian, fitnah, kabar bohong, gibah. Sekarang waktunya kita pererat lagi sendi-sendi persatuan yang pernah renggang,” kata Riri Damayanti kepada media, Selasa (16/7/2019).

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI itu menjelaskan, sejak awal memang seharusnya perpecahan tidak harus terjadi. Pasalnya, kata Riri, pemilihan umum adalah jalan untuk memilih pemimpin secara damai, demokratis, terbuka, jujur dan adil.

“Ke depan mekanisme pemilihan umum harus dikoreksi agar celah saling hujat, caci maki, gontok-gontokan, nggak sampai terjadi. Kita boleh fanatik mendukung calon tertentu, tapi jangan sampai hal-hal yang di luar akal sehat,” ungkap Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menambahkan, media sosial dan seluruh media-media lainnya bisa memajukan kesadaran bersatu masyarakat Indonesia dengan menyajikan informasi-informasi yang mendidik dan solutif.

“Masalah yang di negara ini cukup banyak. Kita butuh kebersamaan, kebangsaan dan kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa memberikan kemampuan kepada pemimpin kita untuk mengerjakan apa yang diingikan oleh rakyat,” tutup Riri Damayanti.

Sekedar informasi, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan untuk menolak pengajuan kasasi pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, soal dugaan kecurangan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), Senin (15/7/2019).

Malam sebelumnya, Minggu (14/7/2019), Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul. Dalam pidatonya, Jokowi tak menyinggung soal korupsi sebagai salah satu poin penting.

81 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *