Jeruk Gerga Bengkulu Perlu Dukungan Pemerintah Untuk Tembus Ekspor

Bengkulu – Salah satu komoditi buah yang dikembangkan petani di Rejang Lebong yakni jeruk gerga sudah mulai membuahkan hasil, bahkan saat ini produksi buah jeruk gerga ini telah masuk ke pasar-pasar modern di wilayah DKI dan Surabaya.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, komuditas jeruk gerga tersebut yang sudah masuk pasar-pasar modern perlu didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat luas. Sebab, itu dapat meningkatkan kesejahteraan tani dan meningkatkan PAD.

“Jeruk Gerga ini perlu dukungan dari pemerintah daerah, agar komuditas ini menjadi keunggulan dan produk khas Bengkulu,” ungkap Riri Damayanti kepada media, Jumat (22/11/2019).

Untuk itu, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini ini meminta kepada pemerintah, perlu mengembangkan jeruk gerga dalam skala industri, sehingga jeruk gerga tersebut dapat memberi nilai tambah yang signifikan baik terhadap petani maupun untuk sumber pendapatan daerah.

“Hal ini perlu dikembangkan sebagai salah satu komoditi ekspor unggulan sektor pertanian dari Provinsi Bengkulu,” kata Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini juga akan mendorong pemerintah daerah agar mengarahkan kebijakannya untuk mendirikan infrastruktur pendukung pertanian seperti irigasi, bendungan, jalan, termasuk memberikan modal dan teknologi modern.

“Bila sektor tersebut dikembangkan secara maksimal, maka bukan tidak mungkin akan membuat ekonomi di daerah yang menerapkannya akan meningkat drastis dan tahan terhadap gempuran masyarakat Ekonomi ASEAN,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kementrian Pertanian, Harwanto mengatakan jeruk gerga asal daerah itu merupakan salah satu produk unggulan nasional, dimana pada 2018 lalu mereka telah menyebarkan bantuan bibit sebanyak 60.000 batang.

Untuk itu, pihaknya melalui Kementerian Pertanian pada tahun depan akan memberikan bantuan bibit jeruk gerga sebanyak 20.000 batang, dan 100 hektare tambahan dari Dirjen Holtikultura berupa tanaman apel serta bawang putih.

“Selain cocok untuk pengembangan tanaman kopi dan jeruk Kabupaten Rejang Lebong juga cocok untuk pengembangan tanaman apel dan bawang putih,” urai dia. [**]

140 total views, 1 views today

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *