Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 Buka Posko Pengaduan Dampak

Bengkulu – Posko Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 membuka layanan pengaduan bagi warga paramedis, dan jurnalis yang terdampak pandemi.

“Sangat mungkin ada yang belum terakomodir untuk mendapatkan bantuan. Dari itu kami juga menyediakan layanan pengaduan warga selama pandemi ini,” kata Heri Supandi, juru bicara Posko Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19, Jumat 17 April 2020.

Posko Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 merupakan kolaborasi lima lembaga jurnalis yang ada di Bengkulu yakni, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Society Indonesia Environmental Journalist (SIEJ), Aliansi Jurnalis Pemantau Pemilu (AJPP) dan Akiansi Jurnalis Muda Bengkulu (AJMB).

Sejak Provinsi Bengkulu masuk dalam kategori zona merah pandemi Covid-19, pada 31 Maret 2020, posko ini telah membuat aksi sosial berupa penggalangan dana dan barang kebutuhan pokok serta sejumlah kebutuhan paramedis.

Lebih dari 100 paket kebutuhan pokok untuk sejumlah jurnalis dan warga yang terdampak pandemi telah didistribusikan sejak pekan lalu. Saat ini, aksi sosial penggalangan dana dan bantuan ini masih terus bergulir hingga berakhirnya masa tanggap bencana pandemi.

Seluruh donasi yang masuk akan dibuat transparan dan terstruktur di posko yang beralamatkan di Balai Wartawan di sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu. “Karena itu kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi. Semakin banyak tentu semakin baik jangkauan bantuannya nanti,” kata Heri.

Di bagian lain, guna menguatkan akurasi data dan keterbukaan informasi kepada khalayak. Posko Jurnalis Bengkulu Peduli Covid-19 berencana akan membuat sebuah skema data terpadu mengenai apa pun yang terkait dengan wabah Covid-19 di Bengkulu.

“Nanti data ini bisa jadi untuk kebutuhan para jurnalis dan publik. Salah satunya mengenai daerah mana saja yang paling terdampak dan kebutuhannya,” kata Heri. (rilis)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *