Senator Riri Ucapkan Selamat Hari Bidan Nasional

Bengkulu, bisnisbengkulu.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tepat pada tanggal 24 juni ini memperingati Hari Bidan Nasional. Tahun ini IBI berusia 69 tahun.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, bidan adalah pahlawan yang memiliki peran strategis untuk membantu perjuangan setiap ibu-ibu Indonesia untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.

“Karena sejak seorang ibu hamil, bidan sudah melakukan kontrol janin, memberikan pengetahuan seputar kesehatan kehamilan dan janin pada ibu yang mengandung,” kata Riri Damayanti, Rabu (24/6/2020).

Dalam peringatan ke-69 Hari Bidan Nasional ini, alumni Psikologi Universitas Indonesia itu mendoakan agar bidan-bidan Indonesia dapat bersikap lebih profesional dan kompetensi yang tinggi dalam mengemban tugas mulia mempersiapkan masa depan yang baik untuk anak-anak Indonesia.

“Terkhusus kepada para bidan yang berjuang di garis depan penanganan Covid-19 dan yang berjuang di perbatasan, pelosok dan pulau terpencil, mereka memikul perjuangan yang penuh resiko dan tantangan, hormat buat mereka semua,” ungkap Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini berharap pemerintah dapat terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan para bidan sehingga para bidan tersebut dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

“Saya bermimpi suatu hari nanti di Indonesia nggak ada lagi kematian ibu maupun bayi baru lahir karena setiap bidan bekerja dengan dukungan fasilitas yang memadai dan kompetensi yang mumpuni. Sukses buat bidan-bidan Indonesia,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, berdasarkan data tahun 2019, IBI memiliki anggota sebanyak 324.515 bidan yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia. Jumlah anggota IBI meningkat dengan pesat setelah dilaksanakannya kebijakan pemerintah tentang Crash Program Pendidikan Bidan dalam kurun waktu medio Pelita IV s/d medio Pelita VI 1989 s/d 2019.

Untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan bidan sebagai pemberi maupun penerima layanan kebidanan pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan.

Berdasarkan catatan Riskesdas tahun 2018, bidan juga merupakan penyediaan layanan Keluarga Berencana (KB), layanan kesehatan anak balita serta berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.

Mereka berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, pendidik, penggerak peran serta masyarakat, pemberdayaan perempuan dan pelibatan masyarakat untuk kesehatan, serta sebagai pembuat keputusan. Sebanyak 85% pemeriksaan kehamilan, 62,7% persalinan, dan 54,6% pelayanan KB dilakukan oleh bidan. (rilis)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *