Pandemi Corona, Tabut Bengkulu Tidak Ada Pasar Rakyat

Bisnisbengkulu.com – Tabut merupakan ritual tahunan masyarakat Bengkulu yang digelar tiap tanggal 1-10 Muharram. Belakangan, event tersebut diangkat menjadi sebuah festival atau rangkaian pagelaran seni dan budaya. Bahkan berhasil menjadi salah satu event dari TOP 100 Celendar of Events Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI sejak tahun 2018.

Event Tabut ini jadi magnit pariwisata untuk memperkenalkan Bengkulu ke dunia luar bukan hanya nasional tapi juga internasional. Namun tahun ini, masyarakat harus bersabar karena rangkaian Festival Tabut terpaksa tidak bisa digelar seperti biasanya akibat pandemi Covid-19. Tapi tetap dilaksanakan tanpa adanya ‘pasar malam’.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Provinsi Yuliswani usai mengikuti Video Conference bersama BNPB dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI membahas strategi pariwisata yang produktif dan aman covid-19.

“Dinas Pariwisata sudah membicarakan hal ini kepada pihak Kerukunan Keluarga Tabut. Karena pandemi covid-19 disepakati bahwa  yang dilaksanakan hanya ritualnya saja,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan sekretaris Dinas Pariwisata Hengki Suprianto.  Dikatakannya kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan tahun ini ditiadakan. 

Selain Festival Tabut, Festival Bumi Rafflesia dan Festival Pesisir Pantai Panjang tahun ini juga ditiadakan.  

“Untuk tahun ini 3 event yang masuk Calender Of Event Kemenparekraf ditiadakan,” kata Hengki.

Namun tambah Hengki, juga ada kabar baik dari dunia pariwisata Bengkulu. Destinasi Wisata Sejarah Benteng Marlborough dan Rumah Pengasingan Bung Karno yang sebelumnya ditutup akibat merebaknya covid-19 di Provinsi Bengkulu, sejak tanggal 5 Juli mulai dibuka kembali bagi pengunjung,  namun tetap mentaati protokol kesehatan. (rilis)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *