Senator Riri : DPD Suport Penuh Program Ketahanan Pangan

Bisnisbengkulu.com – Krisis pangan sempat menghantui Indonesia setelah dampak pandemi Covid-19 diumumkan hadir di nusantara pada awal tahun 2020. Berbagai langkah antisipasi telah diambil, pemerintah daerah gencar membeli hasil tanaman pangan petani lokal.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, ketahanan pangan merupakan agenda prioritas dalam menjamin keberlangsungan hidup manusia.

“Pandemi telah memberikan dua hikmah. Pertama masyarakat menjadi sadar lingkungan. Kedua, masyarakat sekarang memiliki semangat bercocok tanam yang semakin tinggi,” kata Riri Damayanti, Selasa (28/7/2020).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini melihat langsung kesadaran akan lingkungan dan semangat bercocok tanam tersebut ketika berkunjung dan bersilaturahmi ke Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun yang berada di Tahura Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Sejauh ini balai pembibitan sudah berhasil melakukan persemaian bibit serta menyediakan bibit siap tanam untuk di distribusikan kepada masyarakat,” ungkap Riri Damayanti.

Namun sayangnya, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menjelaskan, di tengah pandemi corona, bibit yang tadinya bisa disemai sebanyak 700.000 hanya bisa diolah 350.000 saja dikarenakan anggaran yang berkurang.

“Anggarannya semula sudah diplot, tapi dikurangi untuk penanggulangan covid serta pekerja yang harus bekerja bergantian untuk social distancing. Tapi alhamdulillah bibit sudah tersebar dan tebagi ke 10 kabupaten kota,” paparnya.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menambahkan, dalam pembahasan RUU Cipta Kerja yang hendak merevisi UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, DPD RI telah merekomendasikan agar setiap orang dilarang mengalihfungsikan lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan budi daya pertanian.

“Ini upaya DPD untuk membangun ketahanan pangan. Kalau pun ada lahan yang mau dialih fungsikan, maka harus dikaji dulu matang-matang dan harus disediakan lahan pengganti terhadap lahan budi daya pertanian yang dialih fungsikan,” demikian Riri Damayanti.

Saat bersilaturahmi ke Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun, Hj Riri Damayanti John Latief juga melakukan dialog mengenai banyak hal dengan pejabat dan pihak-pihak terkait.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini juga menyampatkan diri untuk melihat hasil pembibitan yang dilakukan di lahan yang terletak di Tahura Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut. (rilis)

 820 total views

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *