Idul Adha Ditengah Pandemi, Senator Riri : Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Bisnisbengkulu.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha kepada segenap masyarakat Islam di tanah air.

Ia mengajak kepada segenap khalayak untuk menjadikan momen hari raya terbesar umat Islam ini sebagai sarana untuk meningkatkan amal kebaikan terhadap sesama.

“Di masa pandemi ini tentu banyak sekali masyarakat yang membutuhkan bantuan. Inilah saat yang paling tepat untuk membantu sesama anak bangsa,” kata Riri Damayanti, Kamis (30/7/2020).

Alumni SMA Negeri 6 Kota Bengkulu ini menjelaskan, ia melihat di beberapa tempat terjadinya penurunan jumlah kurban tahun ini dengan tahun sebelumnya.

“Pandemi membuat ekonomi masyarakat tersendat. Bahkan ada yang terpukul. Mereka ini semua membutuhkan uluran tangan dari saudaranya,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menekankan, daging kurban adalah sarana berbagi yang paling baik untuk memperbaiki gizi masyarakat terutama mereka yang lemah.

“Lihat tentangga-tetangga, kalau ada yang layak menerima, kasihkan kurban kita. Ringankan beban mereka dalam melewati masa pandemi ini. Mari kita rayakan Idul Adha tahun ini dengan semangat berbagi dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” paparnya.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, momentum Idul Adha juga sangat baik untuk mempererat keutuhan bangsa dan negara.

“Pengorbanan akan meningkatkan iman dan menumbuhkan kasing sayang serta kepekaan terhadap sesama. Ini modal yang sangat kita butuhkan untuk membangun kembali bangsa Indonesia yang maju, produktif, dan aman dari berbagai macam virus,” demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah telah diputuskan pemerintah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020.

Menteri Agama telah mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai penyelenggaraan shalat Idul Adha yang aman Covid-19 dengan nomor 18 tahun 2020. (rilis)

Berikut bunyi petikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 mengenai pelaksanaan salat sebagai dilansir kompas.com:

Salat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan syarat:

  1. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
  2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
  3. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  4. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;
  5. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu lebih dari 37,5 derajat celsius (dua kali pemeriksaan dengan jarak lima menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;
  6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;
  7. Mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;
  8. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;
  9. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan shalat Idul Adha yang meliputi:
  • Jemaah dalam kondisi sehat;
  • Membawa sajadah/alas shalat masing-masing;
  • Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
  • Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
  • Menjaga jarak antarjemaah minimal satu meter;
  • Mengimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.
News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *