Momentum Hari Jantung Internasional, Ini Pesan Senator Riri

Bisnisbengkulu.com – Hari ini dunia memperingati Hari Jantung agar kesadaran tentang bahayanya penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit stroke dan penyakit jantung terus meningkat di tengah-tengah masyarakat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, momen Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat betapa pentingnya gaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga yang sehat.

“Sakit jantung masih menjadi sebab kematian utama di dunia kecuali seluruh orang merubah gaya hidupnya dari yang tidak sehat menjadi sehat. Saya kira Hari Jantung Sedunia harus dimaknai seperti itu. Berjanjilah setiap saat untuk memakan makanan yang sehat, membangun keluarga yang sehat, tempat kerja yang sehat,” kata Riri Damayanti.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menekankan pentingnya melaksanakan ritual-ritual agama di tengah-tengah keluarga.

“Jasmani yang sehat tanpa diikuti rohani yang sehat ya sama saja. Malah di dalam rohani yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Ritual-ritual agama dibutuhkan untuk menyeimbangkan kehidupan dunia yang melelahkan,” ungkap Riri Damayanti.

Alumni Universitas Indonesia ini mengingatkan pemerintah untuk senantiasa meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di seluruh negeri dengan sistem pertolongan pertama yang berkualitas, bukan semata-mata sebagai langkah pencegahan medis, namun dijadikan sebagai pusat penyebarluasan informasi di bidang kesehatan secara menyeluruh di masyarakat.

“Apresiasi saya untuk seluruh calon kepala daerah yang punya program pembangunan fasilitas kesehatan di setiap kecamatan, desa atau kelurahan. Bangun fasilitas-fasilitas kesehatan yang menyediakan akses obat-obatan yang bagus termasuk di daerah terpencil,” demikian Riri Damayanti.

World Heart Federation (WHF) atau Federasi Jantung Dunia yang berdiri pada 20 tahun lalu mengeluarkan prakarsa diperingatinya Hari Jantung Sedunia. WHF memiliki keanggotaan yang aktif terlibat dalam perayaan untuk menyebarkan informasi kematian dini akibat penyakit jantung.

Dengan kampanye ini diharapkan dapat menghindari 80 persen kematian dini akibat penyakit jantung dan stroke.

Penyakit kardiovaskular sendiri menyumbang hampir setengah dari semua kematian akibat penyakit tidak menular, menjadikannya penyebab nomor satu kematian secara global.

Tahun 2025 kelak, para pemimpin dunia berencana untuk mengurangi kematian global dari penyakit tidak menular sebesar 25 persen. (rilis)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *